Pria Alami Sakit Kencing Setelah Berhubungan? Waspada, Ternyata Ini Penyebabnya!

Sakit kencing setelah berhubungan seksual adalah salah satu kondisi yang cukup umum terjadi pada wanita, tetapi bagaimana jika terjadi pada pria? 

Ya, kondisi ini juga bisa terjadi pada pria yang terjadi akibat beberapa faktor pemicu, yang mungkin tidak disadari oleh banyak pria. 

Lantas, apa saja penyebab sakit kencing setelah berhubungan pada pria?  Berikut beberapa kondisi yang bisa menyebabkannya. 

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK) 
Infeksi saluran kemih (ISK), bisa terjadi akibat masuknya bakteri ke dalam saluran kemih, sering kali melalui uretra.

Pada pria, ISK dapat menyebabkan sensasi terbakar saat buang air kecil, nyeri di sekitar perut bawah, dan bahkan demam.

Aktivitas seksual yang tidak bersih, atau kebiasaan menahan buang air kecil, dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih pada pria.

2. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Infeksi menular seksual (IMS), seperti gonore dan klamidia, dapat menjadi salah satu penyebab sakit kencing setelah berhubungan pada pria.

Kondisi ini sering kali muncul dengan gejala keluarnya cairan abnormal dari area genital, rasa nyeri di area genital, dan beberapa gejala lainnya.

Jika IMS menjadi penyebabnya, sangat penting bagi pria untuk segera berkonsultasi dan mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter spesialis terbaik di Klinik Utama Sentosa.

3. Peradangan Prostat (Prostatitis)
Peradangan pada kelenjar prostat, juga bisa menyebabkan rasa sakit saat berkemih. Kondisi ini bisa terjadi akibat banyak faktor, termasuk infeksi bakteri atau kondisi non-infeksi.

Gejalanya dapat meliputi sulit buang air kecil, disertai rasa nyeri, dan sering meningkat terutama pada malam hari.

Hubungan seksual yang intens atau infeksi yang tidak terdiagnosis, dapat memperburuk peradangan pada prostat.

Cara Mengatasi Sakit Kencing Setelah Berhubungan
Jika Anda mengalami sakit kencing setelah berhubugan, ada beberapa langkah yang bisa membantu meredakan gejalanya, antara lain:

1. Hindari Menahan Buang Air Kecil – Selalu pastikan buang air kecil sebelum atau setelah berhubungan untuk membersihkan saluran kemih dari bakteri.

2. Konsumsi Cairan yang Cukup – Minum air putih dapat membantu melancarkan buang air kecil dan mengurangi risiko infeksi.

3. Praktikan Kebersihan yang Baik – Bersihkan area genital sebelum dan setelah berhubungan seksual untuk mencegah infeksi.

4. Hindari Bahan Kimia Iritan – Sabun atau pelumas berbahan kimia atau mengandung pewangi, dapat menyebabkan iritasi pada uretra.

Jika beberapa cara tersebut tidak dapat meredakan gejala, atau memiliki riwayat hubungan seksual berisiko, sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter yang tepat.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Ada beberapa gejala yang perlu Anda waspadai, dan perlu segera mengambil tindakan yang tepat dengan berkonsultasi ke dokter, antara lain:

  • Nyeri saat buang air kecil tidak kunjung mereda
  • Ada darah di dalam urine
  • Keluar cairan abnormal atau nanah dari penis
  • Demam dan menggigil
  • Nyeri meluas ke area panggul atau punggung bawah
Jika sakit kencing setelah berhubungan seksual disertai dengan beberapa gejala tersebut, sebaiknya segeralah konsultasikan kondisi Anda dnegan dokter.

Dokter dapat membantu memberikan perawatan medis yang paling tepat, termasuk pemeriksaan untuk tahu penyebab pastinya dan pengobatan tepat untuk mengatasinya.

Informasi Selengkapnya Baca Disini:

Comments

Popular posts from this blog

Terasa Nyeri di Perut Bagian Bawah Pria? Jangan Abaikan, Bisa Jadi Tanda Penyakit Lho!

Sakit Perut Bagian Bawah pada Wanita, Benarkah Tanda Infeksi pada Organ Reproduksi? Simak Penjelasannya

Simak! Adakah Obat Kuat Tahan Lama yang Alami? Kenali Juga Manfaat dan Efek Sampingnya Yuk!